Sabtu, 16 Oktober 2010

Sebutlah aku, tetapi aku di dalam mu . . .

“Aku adalah menurut persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.Dan Aku bersamanya sepanjang ia ingat kepada-Ku. Jika ia menyebut-Ku dalam dirinya, maka aku menyebutnya dalam diri-Ku. Ketika ia menyebut-Ku ditengah-tengah sekelompok orang, maka Aku menyebutkannya di tengah-tengah kelompok yang lebih baik dari mereka (kelompok malaikat)”

( HR.Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar